Aku
tidak pernah lagi bisa mengerti apakah hatimu menginginkannya atau tidak...?
Kau
bertanya jadi ini yang disebut berjuang...? belajar ikhlas tanpa tau fakta
sebenarnya.
Kau
tau...? aku sudah berusaha mencari fakta itu, tapi kau sempurna membungkam semuanya.
Jadi kemana lagi harus ku cari jawaban. Padamu...? aaaaahhh bahkan untuk
bertemu dengan akupun kau engan.
Menyakitkan
memang menjadi aku, kau boleh mencapku pecundang. Yang berjuang hanya untuk
menyerah.
Jika
sama-sama menginginkan maka seharusnya keduanya sama-sama berjuang. Tapi jika
hanya kau atau aku yang berjuang maka lupakanlah.
Kita
sama-sama tumbuh dari rasa sakit. Entah mana yang lebih menyakitkan ditinggal
mati atau ditinggal menikah.
Kau
dengannya entah itu benar atau tidak, itulah fakta yang aku cari. Tapi seperti
tak ada celah, mereka semua setia untuk diam.
Jika
iya, keputusanku untuk melepasmu benar adanya. Mengharapmu sama saja aku
berharap hubungan kalian hancur.
Jika
tidak itu tetep tidak merubah apapun, kau sendiri yang memutuskan. Carilah yang lebih baik, lupakan saja
perasaan itu, takperlu ada rasa bersalah diantarakita, jalani saja hidup kita
masing-masing dan biakan saja semuanya mengalir hingga waktu yang menjawab.
Aku
tidak pernah menyalahkanmu, peresaan ini tumbuh begitu saja dan mengakar tanpa
bisa aku cegah.
Seperti
inilah caraku, melepasmu mungkin jalan terbaik untuk saat ini....
Kau
bertanya jadi ini yang disebut berjuang...? tentu sekarang kau tahu
jawabannya...
Entah
kau akan membaca note ini atau tidak, atau terlanjur hilang dimakan virus.
Seperti perasaan ini yang dimakan kesedihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar