Rabu, 18 Desember 2013

Cantik dipagi hari


06 : 30 AM 14 Desember 2013

Dia...., gadis yang sedang aku tunggu pagi ini sama saja sepertimu. Kalau lagi libur, ga ada acara kemana-mana males banget buat mandi pagi. Dan kamu kalau ditanya pasti jawabnya ngapain juga orang ga ada yang ngapelin setelah itu lantas tertawa dan akau cuman bisa nyengir.

Itu sebabnya akau selalu datang ke rumahmu pagi-pagi tanpa memberitahu, tanpa ada rencana sebelumnya. Dan ibumu yang lagi ngejemur baju di samping rumah reflek memanggil Neng ada si Aa tuh datang. Dan kamu rusuh keluar dengan muka masih seperuh kusut tapi tetap cantik, ujung-ujungnya ngoceh, kesel tapi tetap menyambutku dengan tersenyum. Itu yang aku sebut cantik dipagi hari, tanpa ada riasan dan pakaian seadanya serta mata yang masih mengantuk.

Kue bolu yang kau buatkan untukku lebih dari separuhnya aku habiskan sendiri. Padahal aku tidak begitu suka dengan kue bolu. Anduk yang kau berikan padaku sudah terbelah dua, sobek, rapuh karena sering aku gunakan. Dan sekarang entah ada dimana sisa dari potongannya.

Bingkai foto hadia pertamamu sudah tidak ada, diminta kakak perempuanku. Aaaaahhhhhhh seharusnya itu jadi barang pemberianmu yang paling terjaga. Tapi mungkin itu sengaja ditakdirkan agar aku bisa melepasmu.

Apa kabar dengan jam tangannya...? saat pertama kali kau gunakan ditanganmu ukurannya tidak pas terlalu longgar, aku ini seseorang yang bahkan tidak tahu ukuran pergelangan tangan kekasihnya. Dan lagi-lagi aku hanya bisa nyengir.

Terahir kita bertemu Ramadhan lalu ingin sekali aku gendong bayi itu Sahrul putramu...... Tidak usah kawatir rasa itu sudah lama hilang, sudah sejak lama aku tebang. Kau dan aku hanyalah masa lalu, dan ini hanyalah kisah kita.

Note ini aku buat begitu saja, daripada bengong tidak jelas menunggu dia yang sedang mandi. Tertawa, sedih, senang, senyum-senyum, bengong lantas ngetik lagi. Sepagi ini suasana hatiku sudah begitu merih hingga tak sadar dia sudah berdiri di sebelah. Dia...., seseorang yang sudah memiliki lebih dari separuh perasaan ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar