Rabu, 20 November 2013

Selamat pagi Jakarta....



Selamat pagi Jakarta...

Apa yang terjadi ketika listrik mati dipagi hari..? Saat anak-anak rusuh berebut gayung di kamar mandi, saat para ibu sibuk membalik telur dadar di penggorengan dan saat para ayah asik santai membaca koran ditemani secangkir kopi dan sepiring pisang goreng.

Selmat pagi,
            Jam dinding menunjukan pukul 05:30, tapi Jakarta masih nampak gelap. Jalanan, rumah-rumah, kamar-kamar kosan semunya geap. Bukan karena matahari yang terlambat terbit tapi karena saat ini Jakarta sedang mati lampu. 
 
            Rusuh sekali jadinya, anak-anak yang teriak-teriak takut sekali dengan gelap, ibu-ibu yang sibuk mengelus-elus tangannya yang terkena percikan minyak tak tau lagi dengan nasib telur dadarnya, mungkin saja sudah gosong lupa diangkat saking rusuhnya. Bapak-bapak yang bingung dengan kalimat-kaimat di koran yang tiba-tiba seperti hilang padahal beritanya penting sekali.

Aku si santai saja, tetap asik mandi meski harus gelap-gelapan malah menyempatkan bersiul. Tapi rasanya konyol sekali jika kota sesibuk Jakarta harus mati lampu dipagi hari, semuanya jadi berantakan. Semangat menyambut pagi pun jadi sedikit berkurang.

            Jam di dinding menunjukan pukul 06:30, lilin di asbak yang tadi ku pasang sedah lama padam. Sementara listrik sepertinya  masih jauh dari harapan akan menyala. Kamarku tepat sekali terhalang dinding bangunan di sebelahnya, jadi nampak semakin gelap dan sinar matahari sulit sekali menembus dinding-dinding itu. Lagipula matahari sedang tidak bisa diharapkan pagi ini, karena langit Jakarta juga nampak gelap, mungkin sebentar lagi akan turun hujan.