Selamat
pagi Jakarta...
Apa
yang terjadi ketika listrik mati dipagi hari..? Saat anak-anak rusuh berebut
gayung di kamar mandi, saat para ibu sibuk membalik telur dadar di penggorengan
dan saat para ayah asik santai membaca koran ditemani secangkir kopi dan sepiring
pisang goreng.
Jam dinding menunjukan pukul 05:30, tapi Jakarta masih nampak gelap. Jalanan, rumah-rumah, kamar-kamar kosan semunya geap. Bukan karena matahari yang terlambat terbit tapi karena saat ini Jakarta sedang mati lampu.
Rusuh sekali jadinya, anak-anak yang
teriak-teriak takut sekali dengan gelap, ibu-ibu yang sibuk mengelus-elus
tangannya yang terkena percikan minyak tak tau lagi dengan nasib telur
dadarnya, mungkin saja sudah gosong lupa diangkat saking rusuhnya. Bapak-bapak
yang bingung dengan kalimat-kaimat di koran yang tiba-tiba seperti hilang
padahal beritanya penting sekali.
Aku
si santai saja, tetap asik mandi meski harus gelap-gelapan malah menyempatkan
bersiul. Tapi rasanya konyol sekali jika kota sesibuk Jakarta harus mati lampu
dipagi hari, semuanya jadi berantakan. Semangat menyambut pagi pun jadi sedikit
berkurang.
Jam di dinding menunjukan pukul
06:30, lilin di asbak yang tadi ku pasang sedah lama padam. Sementara listrik
sepertinya masih jauh dari harapan akan
menyala. Kamarku tepat sekali terhalang dinding bangunan di sebelahnya, jadi
nampak semakin gelap dan sinar matahari sulit sekali menembus dinding-dinding
itu. Lagipula matahari sedang tidak bisa diharapkan pagi ini, karena langit
Jakarta juga nampak gelap, mungkin sebentar lagi akan turun hujan.