selamat siang,
Hari ini jakarta hujan deras,cepat sekali cuaca berubah baru sejam
yg lalu aku kepanasan saat pergi makan siang. Langit jakarta nampak
gelap meskipun sesungguhnya langit jakarta selalu gelap meski tanpa
hujan.
Aku menyibukan diri dgn pekerjaan,haaa aga bosan memang belakangan
ini. Rasanya suasana libur tahun baru masih terasa,ditambah lagi begitu
banyak persoalan jadi makin tak jelas saja suasananya.
Sedikit mengintip keluar asik rasanya melihat anak-anak menawarkan
payung pada orang-orang,berlarian riang tak peduli seberapa derasnya
hujan,bagi mereka deras berarti uang.
Kapan terakhir kali aku berlarian dibawah hujan? Habis diteraki
mamak nanti kau sakit,tapi aku tetap bebel tak mau mendengarkan. Asik
rasanya berlarian telanjang kaki ditanah yg melembek terkena air hujan
& selalu ku lakukan setiap kali hujan. Tak pernah kapok meski
sesudahnya hidungku jadi meler. Tuh apa mamak bilang,asik mengomel
sambil memberikan anduk dan baju ganti,kau ini susah sekali dikasih tau
kalu sudah begini mamak juga yg susah. Akusi cuman nyengir esok lusa
juga sembuh,lebih memfokuskan pada singkong bakarku takut-takut malah
gosong.
Nyaman sekali duduk disini panas api dari tungku begitu lembut
membungkus tubuh yg basah kuyuk. Mamak memang selalu masak dengan tungku
tentunya paki kayu bakar,sebenarnya kami punya kompor minyak tapi
dipakai pada saat-saat tertentu lagipula harga minyak cukup mahal.
Asap mengepul dari atas dandang,mamak sedang masak nasi sebentar
lagi mungkin matang. Hemmmmm rasa-rasanya masakan mamak akan tersa
istimewah dicuaca sedingin ini meskipun mungkin lauknya hanya dengan
kecap asin.
5 januari 2012