Selasa, 23 Oktober 2012

selamat siang

selamat siang,
Hari ini jakarta hujan deras,cepat sekali cuaca berubah baru sejam yg lalu aku kepanasan saat pergi makan siang. Langit jakarta nampak gelap meskipun sesungguhnya langit jakarta selalu gelap meski tanpa hujan.
Aku menyibukan diri dgn pekerjaan,haaa aga bosan memang belakangan ini. Rasanya suasana libur tahun baru masih terasa,ditambah lagi begitu banyak persoalan jadi makin tak jelas saja suasananya.
Sedikit mengintip keluar asik rasanya melihat anak-anak menawarkan payung pada orang-orang,berlarian riang tak peduli seberapa derasnya hujan,bagi mereka deras berarti uang.
Kapan terakhir kali aku berlarian dibawah hujan? Habis diteraki mamak nanti kau sakit,tapi aku tetap bebel tak mau mendengarkan. Asik rasanya berlarian telanjang kaki ditanah yg melembek terkena air hujan & selalu ku lakukan setiap kali hujan. Tak pernah kapok meski sesudahnya hidungku jadi meler. Tuh apa mamak bilang,asik mengomel sambil memberikan anduk dan baju ganti,kau ini susah sekali dikasih tau kalu sudah begini mamak juga yg susah. Akusi cuman nyengir esok lusa juga sembuh,lebih memfokuskan pada singkong bakarku takut-takut malah gosong.
Nyaman sekali duduk disini panas api dari tungku begitu lembut membungkus tubuh yg basah kuyuk. Mamak memang selalu masak dengan tungku tentunya paki kayu bakar,sebenarnya kami punya kompor minyak tapi dipakai pada saat-saat tertentu lagipula harga minyak cukup mahal.
Asap mengepul dari atas dandang,mamak sedang masak nasi sebentar lagi mungkin matang. Hemmmmm rasa-rasanya masakan mamak akan tersa istimewah dicuaca sedingin ini meskipun mungkin lauknya hanya dengan kecap asin.

5 januari 2012

Tidak ada komentar:

Posting Komentar