Selamat pagi My Dear....!
apa kabarmu hari ini di dalam sana,hanya berselimut kain putih dan beratapkan potongan papan. di sini aku sedang resah dengan perasaan di dada.
Urusan ini mudah saja jika kau ada di sini,tetapi sayangnya tidak demikian. karena pagi ini aku termenung di hadapan pusaramu ditemani kicau burung pipit.
genap sudah satu tahun kau pergi,rangkaian bunga-bunga itu sudah lama layu,tanah yang dulu merah kini hijau berselimut rerumputan. tetapi perasaan itu tak berkurang sedikitpun,masih tersusun rapi ditempatnya,sama seperti dulu saat kau menyusunnya.
Tahukah kau My Dear..., semalam lalu ia datang ke kosanku. dengan pakaian terbaiknya,membawa sekotak kecil kue buatannya sendiri. aku melihat saat ia dengan semangatnya mengaduk-aduk adonan tak peduli sudah dengn wajah belepotan tepung terigu.
Kami mengobrol di depan kosan,hari ini adalah hari ulang tahunnya,3 meter dari tempat kami mengobrol tanah sempurna basah,Jakarta sedang gerimis malam ini.
Kue-kue itu sudah lama habis hanya menyisakan satu di tanga. entah siapa yang memancing dan entah berawal dari mana,dengan tangan gemetar,dada yang berdegup kencang dan wajah yang memerah,akhirnya perasaan itu terucap sudah.
Abang...maafkan aku yang telah lancang membiarkan perasaan itu tumbuh,mengakar tak tergoyahkan sudah. belum genap setahun kita saling mengenal,tapi perasaan itu tumbuh begitu cepat. entah telah berapa ratus kali aku coba menahan,memangkasnya tetapi perasaan itu terus tumbuh bahkan semakin cepat,jadi ijinkan malam ini semuanya mengalir.
Aku rinai indriani,usiaku genap 20 tahun,tak peduli dunia akan bilang apa jika ada seorang gadis mengatakannya terlebih dahulu,disaksikan oleh malam yang sempurna gerimis ijinkan aku untuk mengisi hatimu...menjadi belahan jiwa yang selama ini kosong. berilah kesempatan bagi perasaan ini tumbuh besar dan lebih indah di hatimu...
Aku hanya memandang kosong ke depan,menggigit dan mengunyah potongan terakhir kue di tangan,malam ini semuanya tergantung di langit-langit.
Selamat pagi My Dear... apa kabarmu hari ini di dalam sana?
Aku akui perasaan itu perlahan juga tumbuh di hatiku,meski perlahan aku tak pernah sanggup memangkasnya dan kini perasaan itu mulai mengakar.
Tetapi bagaiman pula dengan urusan ini. lebih dari separuh perasaaku ikut terkubur bersamamu di pusara ini. tak mungkin aku menyayangi seseorang hanya dengan kurang dari separuh perasaan. Kesalahan ku adalah tak pernah sanggup melepasmu,membiarkan bayang-bayangmu tetap memenuhi segalanya di hidupku.
Duhai My Dear... Rindu Apriani,jika kau masih da di sini Desember nanti usiamu genap 23 tahun. kita pernah berjanji untuk membukukan kisah kita,menjadikannya novel tarromantis sepanjang masa,tetapi semuanya hanya sebatas mimpi. karena pagi ini lagi-lagi aku termenung di depan pusaramu dengan perasaann yang tak tahu seperti apa lagi bentuknya.
Matahari sudah condong ke barat lama sekali aku tersungkur di sini. membiarkan perasaan ini diaduk-aduk,pikiranku entah terbang ke mana mencoba mencari penjelasan atas segalanya. dan kau tahu My Dear... seseorang pernah berkata padaku,dulu aku menganggap semuanya hanya sebagai penghibur hati saja. tetapi ternyata tidak,pemahaman baik itu akhirnya datang.
Sesuatu yang menyakitkan itu tiadak untuk diingat,mengingatnya hanya akan membuatmu semakin tersungkur. Dan tidak juga untuk dilupakan,semakin kau coba melupakan semakin kuat ia mengakar di pikiranmu. Sesuatu yang menyakitkan itu ada untuk diterima,ikhlaskan,lapangkanlah dadamu terimalah setiap kesakitan itu. dengan mengikhlaskan dan menerima semuanya akan jauh lebih ringan.....
Aku Hujan Pratama,usiaku 23 tahun lebih. Pagi ini aku terbang dari Bandung ke Jakarta dangan penerbangan pertama. Berharap semuanya masih sempat diperbaiki dan semoga penyesalan itu tak akan pernah datang....
ketikannya kurang rapi :)
BalasHapusiya,sudah diperbaiki.... :)
BalasHapustrima kasih